CITRA NUANSA PEDULI BENCANA
March 28, 2020
Tips Melatih Anak Untuk Berpuasa
April 18, 2020
Show all

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Swt, atas segala karunia yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga tercirahkan atas nabi Muhammad Saw beserta keluarganya yang mulia  dan para  sahabatnya.

Bulan Sya’ban sudah mendekati penghujungnya, matahari Sya’ban mulai memberikan isyaratkepada “sabit Ramadan”.  Angin musim kemarau menerpa dedaunan yang jatuh kering di bulan April penuh duka. Semua insan terkurung dalam isolasi akibat pandemi yang belum reda.

Sebagai orangtua, kita harus tetap semangat dalam menyiapkan anak-anak menjalani pola belajar yang tidak biasa. Begitupun hingga menjelang dan memasuki Ramadan ini, dengan pemberlakuan PSBB ini, proses pembelajaran tetap akan dilangsungkan jarak jauh.

Bagaimana pendampingan anak ini tetap berjalan dengan baik dan memberikan dukungan kepada semangat belajar anak, khususnya memasuki Ramadan?

Apa kegiatan ‘targhib’ Ramadan yang bisa kita lakukan bersama anak di tengah suasana PSBB ini?

Memasuki bulan Ramadan, kegiatan belajar tentunya tidak berhenti, dalam artian anak-anak tidak libur atau meliburkan diri karena memasuki bulan Ramadan. Orangtua tetap masih dapat mendampingi anak-anak belajar di rumah selama Ramadan dan selama masa PSBB ini. Para guru sudah menyiapkan kegiatan belajar seperti sebelumnya dengan baik.  Dan orangtua juga dapat membantu anak-anak belajar di rumah secara fleksibel.

Selama Ramadan, orangtua bisa melakukan aktifitas bersama anak secara terprogram, ataupun menyesuaikan kondisi masing-masing orangtua di rumahdi tengah kondisi darurat PSBB.

Adapun ‘Targhib Ramadan’, ialah aktifitas menyambut kedatangan bulan suci Ramadan bersama anak-anak sesuai kondisi yang ada. ‘Targhib’ artinya sesuatu yang membuat senang, gembira, sayang. Kita melakukan aktifitas ‘Targhib’ menyambut Ramadan, untuk tujuan membuat anak-anak merasa senang dengan kedatangan bulan yang suci ini. Mereka merasa gembira memasuki bukan yang mulia ini, meskipun belum diharuskan berpuasa, namun mereka bisa melakukan aktifitas yang mereka mampu sebagai bagian dari pendidikan dasar ubudiyyah dan amaliyyah Ramadan.

‘Targhib Ramadan’ bersama anak-anak di rumah bisa dilakukan dengan cara:

  1. Mulai memberitahukan bahwa sebentar lagi kita semua ummat Islam khususnya akan menghadapi bulan suci Ramadan, bulan yang mulia, bulan penuh rahmat, keberkahan, dan ampunan.
  2. Menjelaskan kepada anak-anak, bahwa mereka bisa ikut berpuasa bersama orangtua. Karena dengan berpuasa tubuh akan menjadi sehat, dan juga memdapat pahala yang besar di sisi Allah Swt.
  3. Mulai mebiasakan bangun tidur lebih awal dari biasanya, agar nanti ketika masuk bulan Ramadan mereka tidak merasa kesulitan untuk bangun sahur.
  4. Mangajak anak merapihkan rumah, membersihkan rumah bersama untuk menyambut bukan suci Ramadan.
  5. Bersama anak ikut menghias kamar atau rumah sebagaimana ditugaskan oleh guru mereka di sekolah.
  6. Untuk membiasakan pola makan yang berbeda saat menjalankan ibadah puasa, orangtua bisa mengubah waktu makan bersama anak sekitar 5-3 hari mendekati Ramadan.
  7. Anak-anak kelas 1-2 bisa diberi pengertian jika memang mereka belum siap melakukan puasa sehari penuh, boleh belajar menahan makan untuk waktu tertentu di waktu siang bulan Ramadan.
  8. Tetap menunjukkan sikap wajar dan normal dalam menyiapkan makanan, tidak berlebihan saat berbuka. Karena puasa sejatinya bukan memindahkan waktu makan, sehingga ada sebagian yang berlebihan ketika makan di malam hari.
  9. Mulai membiasakan shalat berjama’ah di rumah, dan menjelaskan pentingnya untuk tetap di rumah selama bulan Ramadan.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dalam melakukan aktifitas belajar di bulan Ramadan:

  1. Melaksanakan ibadah sholat berjama’ah di rumah
  2. Membaca quran bersama atau sesuai kemampuan waktu anak-anak melakukannya.
  3. Mendampingi belajar anak berdasarkan anjuran dan jadwal kegiatan yang sudah dibuat oleh guru di sekolah.
  4. Membuat suasana di rumah lebih menyenangkan dengan aktifitas yang beragam dengan tetap melakukan isolasi diri secara mandiri.
  5. Tidak perlu memaksa anak belajar secara kaku lewat buku materi kurikuler. Bisa menyesuaikan dengan kondisi diri anak.
  6. Membuat kesepakatan dengan anak, antara waktu belajar sesuai  kesepakatan yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah, dengan waktu yang sesuai dengan kondisi dan kenyamanan anak selama perubahan pola makan atau jajan selama bulan Ramadan.
  7. Memfasilitasi anak dalam mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berempati kepada sesama.
  8. Mengajak aak belajar tentang keterampilan, kesenian yang sesuai dengan hobi, minat, dan bakat mereka.

—————————

Dikeluarkan oleh Bagian Pengembangan Program Sekolah Dan SDM Guru Citra Nuansa

15-04-2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat Kami