Perpanjangan masa belajar di rumah
April 18, 2020
Podcast episode ke-5
May 1, 2020
Show all

Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan oleh SWT, dan semoga amal ibadah kita mendapat ganjaran terbaik di sisi Allah SWT.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa ibadah puasa Ramadan, adalah ibadah yang telah diwajibkan oleh Allah SWT atas kita, dan juga umat-umat sebelum kita.  Ya, umat sebelum nabi Muhammad menurut ahli sejarah, dan teolog  juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah puasa. Mereka memiliki syariat tersendiri dalam hal ibadah puasa ini.

Ibadah puasa memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah yang lainnya. Oleh karenanya puasa jadi semacam perangkat hidup dalam beragama yang ditetapkan oleh Allah untuk manusia di bumi ini sepanjang zaman.

Menurut para ulama sesungguhnya syariat Allah kepada semua manusia secara universal itu ada 5:

1. Hanya menyembahNya, dan tidak mensekutukannya

2. Melaksanakan shalat (ibadah menyembah)

3. Berbuat baik dan berderma

4. Tidak berbuat jahat dan membunuh yg tidak bersalah

5. Menahan diri  (puasa)

5 hal itu menjadi hal paling universal  dalam syariat agama-agama samawi. Dan beberapa tambahan lainnya ditetapkan sesuai kondisi zamannya.

Ada 5 pelajaran penting  yang bisa kita dapati  dalam menjalankan ibadah puasa, dan tentunya dari sisi parenting, ini amat perlu kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini usia.

Pelajaran pertama dari ibadah puasa ialah  ‘rasa syukur’

Ayat tentang syukur yang sering dikutip oleh para muballigh biasanya ayat  7 dari surat Ibrahim;

‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Rasa lapar dan haus yang kita hadapi saat berpuasa sama halnya dengan apa yang dirasakan kaum dhuafa yang selama ini sering merasa kelaparan.

Dengan  berpuasa kita dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Maka dari itu bersyukurlah atas segala pemberian Allah SWT.

Lewat ibadah puasa ini mari kita didik anak anak kita untuk selalu bersyukur, apa yang telah mereka dapati, mereka nikmati, semua adalah karunia Allah SWT, oleh karenanya wajib diyukuri.

Pelajaran kedua  dari ibadah puasa ialah  bersikap semestinya

Puasa adalah latihan tentang ketulusan, latihan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah. Karena hakikatnya hanya Allah yang maha tau, batal dan tidaknya hanyankita dan Allah yang tahu.

Dengan puasa kita belajar untuk tidak berpura pura.

Di rumah kita bisa ajak anak anak untuk mampu bersikap jujur, berani untuk menyatakan yang benar apa adanya, hal ini penting, dan oleh karenanya sebagai orangtua kita pun perlu menghargai sikap jujur anak-anak dalam menyatakan apa yang ia rasakan atau ia lakukan, tanpa kita ancam atau kita hukum sehingga nntinya mereka akan sulit berkata apa adanya jika sering merasa takut bicara apa adanya di hadapan orangtua.

Kemudian  Pelajaran ketiga dari ibadah puasa ialah latihan lebih dekat kepada Allah SWT.

Melalui puasa, Islam mengajarkan kita satu tahapan yang menjadikan kita merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Lewat lapar, tubuh kita melemah, dan dengan rasa lapar dan lemah itu, kita tidak berdaya kecuali bergantung atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Pun anak anak, lewat ajaran puasa kita bisa ajak mereka lebih dekat kepada Allah dengan cara mendekati orang-orang yang miskin, yang kekurangan, yang kelaparan, karena lewat cara itu mereka akan merasa bahwa sesungguhnya Allah benar benar Ada dan Mengasihi mereka.

Dalam hadits qudsi, Allah SWT berbicara kepada nabi Musa AS.

“Wahai hamba Ku… aku lapar, tapi kenapa kalian tak memberi Aku makan,

Aku haus, tapi kenapa kalian tak beri Aku minum,

Aku susah, tapi kenapa kalian tak mengunjungi-Ku”

Ketika nabi Musa bertanya :

“Ya Rabb… di mana aku bisa menemui-Mu?”

Allah SWT berkata:

“Barang siapa yang ingin menemui-Ku, maka temuilah mereka yang kehausan, mereka yang kelaparan, dan mereka yang kesusahan. Karena sesungguhnya Aku bersamanya.” (Hadits riwayat Muslim)

Kemudian, pelajaran keempat dari ibadah puasa ialah

Kemampuan mengontrol diri. Baik perbuatan juga perkataan.

Lewat puasa sesungguhnyankita belajar ‘solf control’. Apalagi mengontrol ucapan.

Seringkali orang mampu beribadah dengan baik, nampak menjaga amalan amalan sholatnya, ia bangun tengah malam. Ia puasa, namun ia tidak mampu mengontrol ucapannya.

Nah dalam melaksanakan puasa, ini yang perlu diperhatikan oleh kita…menjaga ucapan, menjaga lisan.

Jangan sampai puasa kita sia sia, karena kita senang membicarakan keburukan orang lain, senang memfitnah, atau melakukan ghibah, apalagi di zaman media sosial ini, juga di masa dimana kita memang lebih banyak berkomunikasi secara jarak mauh melalui media sosial, chat grup dan lain-lain.

Ayah Bunda, mari  ingatkan anak-anak kita untuk hati-hati dalm bermedia sosial, karena hal tersebut di atas   bisa menghilangkan nilai dan pahala ibadah puasa kita. Dan media sosial amat mudah membawa kita terperangkap ke dalam perkataan atau chat yang menghilangkan nilai dan pahala ibadah puasa kita.

Dan pelajaran kelima dari ibadah puasa ialah tentang kesabaran.

Ini tentunya sangat relevan dan berkaitan erat dengan apa yang kita lakukan dalam rangka menahan lapar, haus, dan nafsu selama menjalankan ibadah puasa.

Bagi anak anak yang masih kecil yang sudah mampu menjalnkan ibadah puasa, kita ajak mereka untuk sabar, kita ajak mereka untuk mampu menahan rasa laparnya, keinginan untuk jajan seperti hari hari di luar bulan Ramadan.

Demikian materi parenting Ramadan.

Materi ini bisa didengarkan dalam audio podcast Sapa Ramadan -SCN episode ke-4 di spotify

Materi ini bisa dicek juga di G drive khusus orangtua – Ramadan for parent di

http://tiny.cc/kpx4mz

Bagian pengembangan porgram sekolah dan SDM guru Citra Nuansa -04/20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat Kami