Pelajaran dari Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir – Podcast SCN Episode 7

Belajar Dari COVID-19
May 5, 2020
Parenting – Menumbuhkan Keterampilan Sosial pada Diri Anak
May 14, 2020
Show all

Ramadhan, perlu kita pahami sebagai bulan yang istimewa dan memiliki berbagai rahasia yang Allah turunkan di dalamnya. Ya..sebagai seorang yang beriman, karena jelas, bahwa ayat puasa Allah nyatakan dalam al Quran, kita perlu meyakini tentang keistimewaan Ramadan ini.

Di antara hal yang perlu kita yakini dalam keistimewaan Ramadan ialah, bahwa bulan ini adalah bulan yang banyak memberikan kepada kita pelajaran amat penting dalam hidup.

Parenting kali ini akan mencoba berbagi cerita dari al quran tentang pelajaran kesabaran.

Iya, ini adalah kisah sejarah tentang kesabaran yang diajarkan oleh Allah SWT melalui hambanya yang shalih, bersama salah seorang nabi, yaitu nabi Musa alaihis salaam.

Kisah ini disebutkan dalam surat al Kahfi ayat 60-82.

Pada ayat ke-60 Allah Swt berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.” (QS. Al-Kahfi : 60)

Di dalam al Quran Diceritakan bahwa Nabi Musa memutuskan untuk menuju suatu tempat yang dikabarkan melalui Jibril, yaitu pertemuan dua laut, bahwa di situ ada seorang alim yang memiliki ilmu pengetahuan dari Allah, di kemudian hari orang alim itu dikenal sebagai nani Khidir. Berangkarlah Nabi Musa dengan ditemani pemuda bernama Yusya bin Nun. Bersama pemuda itu Nabi Musa membawa ikan di keranjang. Kemudian mereka berdua pergi untuk mencari hamba yang alim dan saleh tersebut.

Tempat yang mereka cari adalah tempat yang sangat samar. Namun, tekad bulat menguatkan hati Musa untuk tetap menemulai sosok misterius itu. Tiba-tiba ketika mereka sedang istirahat, ikan yang mereka bawa loncat dari tempatnya.

Entah apa yang menggerakkan ikan itu, tiba-tiba ikan yang sejatinya sudah mati itu sebagai bahan makan nabi Musa tiba tiba bisa hidup dan bergerak seperti terbang melayang menuju sumber air tenang. Peristiwa itu tidak diketahui Musa karena sedang beristirahat. Yusya bin Nun yg mengetahui kejadian aneh tersebut itu heran, bagaimana bisa ikan mati itu hidup kembali dan melompat ke laut.

Tapi kemudian setelah nabi Musa terbangun, ia lupa menceritakan kejadian itu kepada nabi Musa. (Dalam alquran disebutkan bahwa ia dibuat lupa oleh syaitan)

Yusya terus memikirkan peristiwa tadi sampai melanjutkan perjalanan yang sangat jauh. Setelah mendapati tempat istirahat lagi, mereka berdua merasa lapar. Musa menyarankan untuk membuka perbekalannya berupa ikan yang matang. Namun mereka baru menyadari bahwa ikan tersebut telah hidup dan menuju tempat yang dimaksud. Sadarlah Musa akan hal tersebut, dan mereka kembali menyusuri jalan ke tempat di mana ikan mereka hidup kembali dan pergi meninggalkan mereka.

Kemudian dalam kisah itu diceritakan bagaimana nabi Musa belajar tentang hikmah dari setiap kejadian yang ia alami bersama nabi Khidir, Musa disebutkan kesulitan untuk bersikap sabar atas apa yang ia alami dan lihat.

Begitupun kita sebagai orangtua, banyak sekali hal-hal yang perlu kita sadari dan perhatikan mengenai masalah sabar dalam mendidik anak. Apa saja pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari kisah perjalanan nabi Musa ini?

Untuk lebih lengkapnya, silahkan disimak melalui Podcast ‘Sapa Ramadan SCN Episode ke-7 ini… melalui Spotify di tautan berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat Kami